Sabtu, 14 April 2012

PENGELOLAAN ALAM DENGAN TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN


Dewasa ini, pengelolaan alam di sekitar kita sebaiknya perlu di pikirkan kembali. Alam perlu pemeliharaan khusus dalam mempertahankan keasriannya. Bantuan pemeliharaannya pun tak cukup dengan segala tindakan tangan manusia, tetapi teknologi pendukung juga harus diikutsertakan. Mengapa demikian, karena dengan semakin meluasnya isu global warming baru-baru ini, pengelolaan alam dengan teknologi ramah lingkungan sangat dibutuhkan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam.

          Hal ini bertujuan agar manusia pengguna lahan atau ekosistem alam supaya berhati-hati, menjaga kondisi alam dan selalu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dalam penerapannya.
          Bagaimana cara kita mengelola lingkungan tanpa harus mengganggu keseimbangan ekosistem? Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan rincian sebagai berikut:
·         Menggunakan seminimal mungkin alat ataupun bahan yang dapat merusak dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
·         Mengurangi kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.
·         Membuat kawasan-kawasan pelestarian lingkungan yang efektif dan berdaya guna tanpa harus merusak ekosistem aslinya.
          Bagaimana cara kita memelihara lingkungan dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan? Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan rincian sebagai berikut:
·         Sebisa mungkin kita harus menggunakan teknologi yang tidak menghasilkan emisi ataupun zat-zat polutan.
·         Mulai menerapkan prinsip go green dalam kegiatan kita sehari-hari.
·         Menerapkan pula prinsip 3R atau Reuse, Reduce, Recycle.
Kini kerusakan-kerusakan lingkungan telah terjadi dimana-mana. Sehingga teknologi untuk mengembalikan kelestarian lingkungan sangat dibutuhkan. Dalam pemilihan teknogi, perlu peninjauan kembali, agar teknologi yang digunakan benar-benar teknologi yang dapat kembali mengembalikan kelestarian lingkungan tanpa menyebabkan pencemaran di lingkungan tersebut.
Untuk saat ini, teknologi ramah lingkungan menjadi pilihan yang paling tepat. Selain mengembalikan lingkungan ke keasliannya, teknologi ini juga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan maupun gangguan pada keseimbangan ekosistem di sekitarnya.
Sebagai contoh adalah pengolahan bahan untuk membantu memelihara tanah agar bisa membuatnya subur untuk di tanami tumbuhan supaya udara kotor tersaring oleh tumbuhan itu pasti kurang pas apabila hanya mengandalkan keterampilan tangan manusia. Tenaga akan lebih banyak terkuras jika hanya bergantung pada manusia saja. Pengolahan akan berjalan sangat lambat. Alhasil semakin tertunda pula upaya pemeliharaan alam sekitar. Untuk itu, mesin atau peralatan untuk mengolah bahan yang di perlukan untuk kegiatan ramah lingkungan dan pemeliharaan alam sekitar harus digunakan sesuai kegunaan dari alat tersebut, maksudnya dari situ tak hanya membuat, tetapi penggunaan atau hasilnya harus di pertanggungjawabkan pula. Selain itu, mesin yang digunakan juga harus bersahabat dengan lingkungan, bukan malah menjadi musuh bagi lingkungan. Departemen ilmu tanah kini telah mengupayakan dan berusaha untuk mengembangkan teknologi untuk pengelolaan tanah atau lahan. Analisis data tentang kondisi tanah atau lahan dengan bantuan teknologi akan lebih mudah. Dengan alat-alat yang serba modern kini telah memudahkan kita untuk menghasilkan produk untuk menyuburkan tanah atau lahan, misalnya pengolahan pupuk kandang yang terjual di pasaran itu diolah dengan alat atau teknologi masa kini tersebut. Hal ini ditujukan agar meningkatkan kesadaran bagi para pengguna lahan untuk selalu melestarikan alam di sekitarnya, memperlakukan alam sewajarnya atau dalam batas yang masih bisa di toleran, menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan mengelola atau memanfaatkan alam dengan sebaik mungkin.
Lingkupnya seharusnya tidak hanya sebatas pengguna lahan saja, melainkan seluruh manusia sebagai salah satu komponen ekosistem yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan yang ditempatinya.  Batasan lingkungan yang perlu pelestarian pun tidak hanya sebatas lahan saja, namun seluruh makhluk hidup selain manusia yang perlu dijaga keaslian ataupun kelestariannya.
Saat ini, banyak daerah yang terjadi pencemaran lingkungan. Tak hanya pencemaran udara, pencemaran tanah dan air tanah juga telah mengganggu kesehatan bagi makhluk yang tinggal di dalamnya. Tak sedikit yang mengatakan bahwa pencemaran lingkungan itu di sebabkan oleh peningkatan drastis teknologi yeng semakin modern. Namun, itu semua tidak seluruhnya benar. Dengan meningkatnya teknologi juga malah bisa diciptakan alat yang dapat mengelola suatu bahan yang bisa digunakan untuk perencanaan pemeliharaan alam.
Pencemaran yang terjadi sangat mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di lingkungan kita dan harus segera ditanggulangi. Dalam penanggulangannya, manusia tentu membutuhkan teknologi untuk membantunya. Agar lingkungan yang tercemar tidak semakin tercemar, maka teknologi yang digunakan pastilah harus yang ramah dengan lingkungan.
Manusia sebagai komponen ekosistem yang tak jarang melakukan pengrusakan terhadap lingkungan alam yang ditempatinya maupun yang tidak ditempatinya. Untuk itu, manusia sudah seharusnya menemukan teknologi yang dapat membantunya mengembalikan keaslian lingkungan alam yang dirusaknya. Teknologi yang ditemukan akan lebih baik jika teknologi tersebut tidak mengganggu keseimbangan maupun keaslian ekosistem lingkungan alam yang ada. Teknologi yang paling tepat tentulah teknologi yang ramah lingkungan. Apalagi saat ini isu global warming semakin gencar dan mengancam lingkungan alam di bumi kita ini dapat menambah kesadaran untuk meningkatkan penjagaan keseimbangan ekosistem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar