Dewasa
ini, pengelolaan alam di sekitar kita sebaiknya perlu di pikirkan kembali. Alam
perlu pemeliharaan khusus dalam mempertahankan keasriannya. Bantuan
pemeliharaannya pun tak cukup dengan segala tindakan tangan manusia, tetapi
teknologi pendukung juga harus diikutsertakan. Mengapa demikian, karena dengan
semakin meluasnya isu global warming baru-baru ini, pengelolaan alam dengan
teknologi ramah lingkungan sangat dibutuhkan. Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan (AMDAL) sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam.
Hal ini bertujuan agar manusia
pengguna lahan atau ekosistem alam supaya berhati-hati, menjaga kondisi alam
dan selalu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dalam penerapannya.
Bagaimana cara kita mengelola
lingkungan tanpa harus mengganggu keseimbangan ekosistem? Pertanyaan ini dapat
kita jawab dengan rincian sebagai berikut:
·
Menggunakan
seminimal mungkin alat ataupun bahan yang dapat merusak dan mengganggu
keseimbangan ekosistem.
·
Mengurangi
kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.
·
Membuat
kawasan-kawasan pelestarian lingkungan yang efektif dan berdaya guna tanpa
harus merusak ekosistem aslinya.
Bagaimana cara kita memelihara
lingkungan dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan? Pertanyaan ini dapat
kita jawab dengan rincian sebagai berikut:
·
Sebisa
mungkin kita harus menggunakan teknologi yang tidak menghasilkan emisi ataupun
zat-zat polutan.
·
Mulai
menerapkan prinsip go green dalam
kegiatan kita sehari-hari.
·
Menerapkan
pula prinsip 3R atau Reuse, Reduce,
Recycle.
Kini kerusakan-kerusakan
lingkungan telah terjadi dimana-mana. Sehingga teknologi untuk mengembalikan
kelestarian lingkungan sangat dibutuhkan. Dalam pemilihan teknogi, perlu
peninjauan kembali, agar teknologi yang digunakan benar-benar teknologi yang
dapat kembali mengembalikan kelestarian lingkungan tanpa menyebabkan pencemaran
di lingkungan tersebut.
Untuk saat ini, teknologi ramah
lingkungan menjadi pilihan yang paling tepat. Selain mengembalikan lingkungan
ke keasliannya, teknologi ini juga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan
maupun gangguan pada keseimbangan ekosistem di sekitarnya.
Sebagai contoh adalah pengolahan bahan
untuk membantu memelihara tanah agar bisa membuatnya subur untuk di tanami
tumbuhan supaya udara kotor tersaring oleh tumbuhan itu pasti kurang pas
apabila hanya mengandalkan keterampilan tangan manusia. Tenaga akan lebih
banyak terkuras jika hanya bergantung pada manusia saja. Pengolahan akan
berjalan sangat lambat. Alhasil semakin tertunda pula upaya pemeliharaan alam
sekitar. Untuk itu, mesin atau peralatan untuk mengolah bahan yang di perlukan
untuk kegiatan ramah lingkungan dan pemeliharaan alam sekitar harus digunakan
sesuai kegunaan dari alat tersebut, maksudnya dari situ tak hanya membuat,
tetapi penggunaan atau hasilnya harus di pertanggungjawabkan pula. Selain itu,
mesin yang digunakan juga harus bersahabat dengan lingkungan, bukan malah
menjadi musuh bagi lingkungan. Departemen ilmu tanah kini telah mengupayakan
dan berusaha untuk mengembangkan teknologi untuk pengelolaan tanah atau lahan.
Analisis data tentang kondisi tanah atau lahan dengan bantuan teknologi akan
lebih mudah. Dengan alat-alat yang serba modern kini telah memudahkan kita
untuk menghasilkan produk untuk menyuburkan tanah atau lahan, misalnya
pengolahan pupuk kandang yang terjual di pasaran itu diolah dengan alat atau
teknologi masa kini tersebut. Hal ini ditujukan agar meningkatkan kesadaran
bagi para pengguna lahan untuk selalu melestarikan alam di sekitarnya,
memperlakukan alam sewajarnya atau dalam batas yang masih bisa di toleran, menggunakan
bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan mengelola atau memanfaatkan alam dengan
sebaik mungkin.
Lingkupnya seharusnya tidak hanya
sebatas pengguna lahan saja, melainkan seluruh manusia sebagai salah satu
komponen ekosistem yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan yang
ditempatinya. Batasan lingkungan yang
perlu pelestarian pun tidak hanya sebatas lahan saja, namun seluruh makhluk
hidup selain manusia yang perlu dijaga keaslian ataupun kelestariannya.
Saat ini, banyak daerah yang
terjadi pencemaran lingkungan. Tak hanya pencemaran udara, pencemaran tanah dan
air tanah juga telah mengganggu kesehatan bagi makhluk yang tinggal di
dalamnya. Tak sedikit yang mengatakan bahwa pencemaran lingkungan itu di
sebabkan oleh peningkatan drastis teknologi yeng semakin modern. Namun, itu
semua tidak seluruhnya benar. Dengan meningkatnya teknologi juga malah bisa
diciptakan alat yang dapat mengelola suatu bahan yang bisa digunakan untuk
perencanaan pemeliharaan alam.
Pencemaran yang terjadi sangat
mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada di lingkungan kita dan harus segera
ditanggulangi. Dalam penanggulangannya, manusia tentu membutuhkan teknologi
untuk membantunya. Agar lingkungan yang tercemar tidak semakin tercemar, maka
teknologi yang digunakan pastilah harus yang ramah dengan lingkungan.
Manusia sebagai komponen
ekosistem yang tak jarang melakukan pengrusakan terhadap lingkungan alam yang
ditempatinya maupun yang tidak ditempatinya. Untuk itu, manusia sudah
seharusnya menemukan teknologi yang dapat membantunya mengembalikan keaslian
lingkungan alam yang dirusaknya. Teknologi yang ditemukan akan lebih baik jika
teknologi tersebut tidak mengganggu keseimbangan maupun keaslian ekosistem
lingkungan alam yang ada. Teknologi yang paling tepat tentulah teknologi yang
ramah lingkungan. Apalagi saat ini isu global
warming semakin gencar dan mengancam lingkungan alam di bumi kita ini dapat
menambah kesadaran untuk meningkatkan penjagaan keseimbangan ekosistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar